5 Tahun Holding UMi, Bisnis Pegadaian dan PNM Makin Moncer
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengungkapkan pertumbuhan bisnis anak usahanya, khususnya PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian, terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) lima tahun lalu.
Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan kekuatan BRI Group tidak hanya ditopang oleh kinerja perseroan sebagai induk. Ekosistem perusahaan anak yang semakin lengkap juga menjadi salah satu sumber penguatan bisnis BRI.
Hingga Juni 2026, BRI memiliki 10 perusahaan anak yang bergerak di berbagai lini layanan keuangan, mulai dari segmen ultramikro, perbankan digital, asuransi, pembiayaan, hingga pasar modal dan pengembangan bisnis di tingkat global.
"Selain pertumbuhan bisnis perseroan sebagai induk, kekuatan BRI juga ditopang oleh ekosistem perusahaan anak yang semakin lengkap," ujar Vivi dalam paparan kinerja Semester I-2026, Senin (31/8/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pilar utama dalam ekosistem tersebut adalah Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM. Hingga periode akhir Juni 2026, ekosistem Holding Ultra Mikro telah melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan.
Tak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan, holding tersebut juga menjadi jalur bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnisnya.
Tercatat, sekitar 2,3 juta nasabah atau debitur telah berhasil naik kelas dari segmen ultramikro menjadi nasabah mikro.
"Ini adalah esensi utama Holding Ultra Mikro. Nasabah tidak berhenti pada satu produk atau satu segmen, tetapi memiliki journey untuk tumbuh bersama BRI Group seiring dengan meningkatnya kapasitas usaha," kata Vivi.
Pegadaian Tumbuh Lebih dari Dua Kali Lipat
Vivi menyebut tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Holding Ultra Mikro. Pasalnya, holding tersebut memasuki tahun kelima sejak dibentuk pada September 2021.
Dalam lima tahun terakhir, sinergi antara BRI, Pegadaian, dan PNM terus memperkuat ekosistem layanan keuangan bagi segmen ultramikro.
Salah satu pertumbuhan paling menonjol terlihat pada Pegadaian. Dibandingkan posisi 2021, total aset Pegadaian telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp185,8 triliun pada Juni 2026.
Sementara itu, pembiayaan Pegadaian tumbuh hampir tiga kali lipat menjadi Rp155,1 triliun.
Jumlah nasabah atau debitur yang dilayani juga meningkat dari 6,6 juta menjadi 9 juta nasabah dalam periode yang sama.
Menurut Vivi, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya peran Pegadaian dalam ekosistem keuangan BRI Group.
PNM Layani 12,4 Juta Debitur
Di sisi lain, PNM juga terus memperkuat perannya dalam menjangkau sekaligus memberdayakan masyarakat di segmen ultramikro.
Per Juni 2026, total aset PNM mencapai Rp57,4 triliun, meningkat dibandingkan Rp43,7 triliun pada 2021.
Pinjaman yang disalurkan PNM juga mengalami pertumbuhan signifikan menjadi Rp51,4 triliun, dari Rp34,5 triliun lima tahun sebelumnya.
Jumlah debitur yang dilayani PNM pun meningkat dari 11,2 juta menjadi 12,4 juta debitur.
Pertumbuhan tersebut memperlihatkan peran PNM sebagai salah satu pintu utama BRI Group dalam memperluas inklusi dan pemberdayaan keuangan bagi masyarakat di lapisan terbawah.
Bisnis Emas Makin Kinclong
Selain pertumbuhan bisnis pembiayaan, BRI Group juga terus memperkuat ekosistem emas melalui Pegadaian.
Saat ini, Pegadaian memiliki layanan emas yang terintegrasi, mulai dari deposito emas, perdagangan emas, jasa titipan, tabungan emas, cicil emas, hingga gadai emas.
Vivi memaparkan per Juni 2026, deposito emas Pegadaian mencapai 2.229 kilogram (kg), sementara pembiayaan modal kerja emas mencapai 220 kg.
Aktivitas perdagangan atau trading emas telah mencapai 9,5 ton. Di sisi lain, layanan jasa titipan emas mengelola sekitar 3,7 ton emas.
Ekosistem emas Pegadaian juga ditopang oleh saldo tabungan emas yang mencapai 20,2 ton dengan valuasi lebih dari Rp48 triliun.
Sementara itu, omzet cicil emas mencapai 5,3 ton dengan valuasi hampir Rp13 triliun. Adapun outstanding pembiayaan gadai emas mencapai sekitar 114 ton.
Vivi menegaskan, pengembangan bisnis emas bukan sekadar strategi diversifikasi produk bagi BRI Group. Bisnis tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperluas ekosistem layanan keuangan dan investasi bagi masyarakat, sekaligus mengoptimalkan kekuatan Pegadaian sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro.
"Bisnis emas ini bukan saja diversifikasi produk, tetapi bagian dari strategi memperluas ekosistem layanan keuangan dan investasi bagi masyarakat Indonesia sekaligus mengoptimalkan kekuatan Pegadaian sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro," ujarnya.