Video: Peluang dan Tantangan RI Dorong Perbankan Biayai Proyek EBT
Jakarta, CNBC Indonesia-Sektor perbankan disebut Senior Manager Climate Policy Initiative, Luthfyana K. Larasati telah masuk ke dalam pembiayaan berkelanjutan untuk mendukung percepatan transisi energi RI meski belum merata dilakukan oleh seluruh perbankan.
Dukungan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) sebagai panduan dalam mendorong alokasi pembiayaan berkelanjutan menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060. Namun TKBI belum menjadi mandatory dengan target sehingga masih dibutuhkan penguatan kebijakan untuk mendorong modal dan pembiayaan ke sektor riil yang berkelanjutan.
Sementara Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Cerah, Agung Budiono menyebutkan upaya mendorong pembiayaan berkelanjutan, Indonesia dapat memanfaatkan peluang pembiayaan dari koalisi Pengusaha RE100 yang masih menargetkan penambahan kapasitas EBT 99 Gigawatt dimana 43% ada di Asia Pasifik.
Upaya menarik investasi EBT juga diperlukan RI untuk mendorong perekonomian mengingat setiap penambahan investasi USD 1 Miliar di EBT bisa memberikan manfaat ekonomi USD 1,4 Miliar dan lapangan pekerjaan hingga 2 juta. Hal ini seharusnya dapat dimanfaatkan perbankan sebagai peluang mendorong pembiayaan berkelanjutan.
Selain itu Danantara juga diharapkan perannya untuk memberikan fasilitas dalam mendukung pembiayaan sektor EBT serta penguatan tata Kelola guna memberikan kepastian investasi sektor EBT.
Lalu seperti apa potensi dan tantangan perbankan RI mendorong pembiayaan transisi energi? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Senior Manager Climate Policy Initiative, Luthfyana K. Larasati dan Direktur Eksekutif Yayasan Indonesia Cerah, Agung Budiono dalam Power Lunch, CNBC (Senin, 31/08/2026)