Dradjad Kritisi MSCI: Reputasi Tinggi, Tapi Tak Selalu Benar!

calendar_today October 16, 2026 at 15:55 person By Admin schedule 2 hours ago
Dradjad Kritisi MSCI: Reputasi Tinggi, Tapi Tak Selalu Benar!

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menilai penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak selalu benar dan tidak selalu menguntungkan investor, meski reputasi penyedia indeks global itu tinggi.

Ia meminta pelaku pasar modal Indonesia menghitung sendiri dan tidak mudah panik setelah MSCI membuka konsultasi untuk menurunkan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market).

"Bahwa MSCI itu punya reputasi tinggi, iya. Bahwa kita juga perlu memperhatikan apa yang mereka sampaikan, iya. Tapi satu hal yang ingin saya sampaikan, mereka tidak selalu benar," kata Dradjad kepada pewarta di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (16/10/2026).

Dradjad pun mengungkapkan adanya opini dari Ali Masarwah seorang fund analyst dan managing director of envestor.de di laman Deutsche Börse, operator bursa Jerman. Menurutnya, dalam salah satu artikel tersebut, penulis menemukan bahwa ketika bursa Jerman naik tinggi, saham-saham yang direkomendasikan MSCI justru negatif.

"Artinya tidak semua yang dilakukan oleh MSCI itu menguntungkan bagi investor," ujarnya. Ia menegaskan tidak berbicara berdasarkan dugaan, melainkan ada analisisnya.

Dradjad juga menyebut berbagai simulasi menunjukkan return indeks MSCI lebih rendah dibandingkan return dari tempat lain. Penyebabnya, menurut dia, saham-saham di indeks MSCI didominasi saham Amerika Serikat (AS) sekitar 70% dan saham teknologi sekitar 30%, sehingga bobot AS terlalu besar.

"(Ada) bobot Amerika terlalu besar di situ," kata Dradjad.

Share insight ini: