Soroti Karhutla, Ini Respons 9 Perusahaan Termasuk Emiten Haji Isam
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah emiten perkebunan merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian publik. Mayoritas perusahaan menyatakan aktivitas operasional dan target produksi tetap berjalan normal, meski ada emiten yang masih menelusuri dampak kebakaran di wilayah operasionalnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, sembilan emiten yang memberikan penjelasan terkait karhutla tersebut antara lain, PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), PT Mahkota Group Tbk (MGRO), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT J.A. Wattie Tbk (JAWA), dan PT Andira Agro Tbk (ANDI).
Secara umum, mayoritas emiten menyatakan karhutla tidak berdampak material terhadap pendapatan, laba, maupun nilai aset. Perusahaan juga menegaskan target produksi 2026 tetap berjalan sesuai rencana dan tidak terjadi penghentian operasi yang tidak direncanakan (unplanned shutdown).